Tekanan sering muncul bukan dari tugas itu sendiri, melainkan dari cara kita menutupnya. Ketika akhir tugas dipenuhi tuntutan internal, rasa tegang mudah terbawa ke aktivitas berikutnya. Pendekatan yang lebih lembut membantu menjaga suasana tetap stabil.
Mengurangi tekanan bisa dimulai dengan menyederhanakan ekspektasi. Menyadari bahwa menyelesaikan tugas sudah cukup, tanpa perlu mengevaluasi berlebihan, membuat akhir aktivitas terasa lebih ringan.
Kebiasaan kecil seperti mencatat apa yang sudah dilakukan atau menyiapkan langkah kecil untuk lain waktu membantu memberi rasa tuntas. Dengan begitu, tugas tidak terasa “menggantung” meski belum semuanya selesai.
Saat penutupan tugas dilakukan tanpa paksaan, aktivitas berikutnya terasa lebih mudah dimulai. Hari berjalan dengan ritme yang lebih ramah dan tidak membebani.